Melestarikan Olahraga Tradisional Melalui Modernisasi Permainan Goboy pada Siswa Sekolah Dasar

Isi Artikel Utama

Avinda Rizki Kusumaningtyas
Habibi Hadi Wijaya
Muhammad Amar
Agneta Grace Sesilia
Fauzi Shaputra Husin
Rona Agil Pratama

Abstrak

Abstrak: Perkembangan teknologi digital menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap permainan dan olahraga tradisional, termasuk permainan Goboy. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan olahraga tradisional Goboy melalui modernisasi permainan agar lebih menarik dan relevan bagi siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan experiential learning yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, simulasi, implementasi, serta evaluasi. Kegiatan dilakukan kepada siswa sekolah dasar di Kabupaten Karawang dengan memberikan sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung permainan Goboy yang telah dimodifikasi. Evaluasi program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 59,9 pada pre-test menjadi 85,3 pada post-test atau meningkat sebesar 25,4 poin. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa modernisasi permainan Goboy efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai aturan permainan, nilai budaya, serta manfaat olahraga tradisional.


Abstract: The rapid development of digital technology has led to a decline in young people's interest in traditional games and sports, including Goboy. This condition poses a challenge to preserving local cultural heritage, which contains educational, social, and character-building values. This community service program aimed to preserve the traditional sport of Goboy through game modernization, making it more attractive and relevant to elementary school students. The program employed a participatory approach and experiential learning method, implemented through preparation, simulation, implementation, and evaluation stages. The activities were conducted with elementary school students in Karawang Regency through socialization, demonstrations, and direct practice of a modified Goboy game. Program evaluation was carried out using pre-tests and post-tests to measure participants’ level of understanding. The results showed a significant increase in the average score from 59.9 on the pre-test to 85.3 on the post-test, representing an improvement of 25.4 points. These findings indicate that the modernization of Goboy was effective in enhancing students’ understanding of the game rules, cultural values, and benefits of traditional sports.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Kusumaningtyas, A. R., Wijaya, H. H., Amar, M., Sesilia, A. G., Husin, F. S., & Pratama, R. A. (2026). Melestarikan Olahraga Tradisional Melalui Modernisasi Permainan Goboy pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Dorkes (Dedikasi Olahraga Dan Kesehatan), 4(1), 24–30. https://doi.org/10.35706/dorkes.v4i1.13606
Bagian
Artikel

Referensi

Aripi. (2024). Efektivitas Permainan Tradisional dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi, 2(1).

Hartono, D., & Suryadi, A. (2024). Implementasi Model Pembelajaran Experiential Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 459–468. https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i1.284

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pembinaan Olahraga Tradisional sebagai Warisan Budaya Bangsa. Jakarta: Kemenpora RI.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.

Lengari, S. L., Abidin, D., & Ridlo, A. F. (2023). Sosialisasi Olahraga Tradisional Hadangan di Desa Kertajaya. An-Nizam, 2(2), 81–86. https://doi.org/10.33558/an-nizam.v2i2.6165

Lufthansa, L., Kurniawan, R., Nur Rohmah, L., & Mushofi, Y. (2022). Efektivitas Permainan Tradisional Boy-boyan untuk Meningkatkan Gerak Motorik Kasar Siswa Tunagrahita Ringan. Journal of Physical Education, Health and Sport, 9(2).

Mulyana, R. (2024). Modernisasi dan Eksistensi Permainan Tradisional di Tengah Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Digital. Jurnal Kebudayaan dan Masyarakat, 6(1), 33–45.

Mustakim, B., & Wulandari, S. (2023). Penerapan Experiential Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 13(2), 88–97.

Nusantara Sporta. (2025). Kelayakan Pengembangan Lapangan Permainan Goboy Double Circle untuk Siswa Sekolah Dasar. Nusantara Sporta: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan, 4(2).

Prasetyo, B., & Santosa, A. (2025). Pemanfaatan Pendekatan Modern dan Teknologi Digital dalam Pelestarian Budaya Lokal pada Generasi Muda. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Budaya, 7(1), 12–24.

Saleh, Y. T., Nugraha, M. F., & Nurfitriani, M. (2017). Model Permainan Tradisional "Boy-boyan" untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Anak SD. Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1(2b), 127–138.

Setiawan, F. (2022). Modifikasi Alat dan Metode Pembelajaran untuk Meningkatkan Minat serta Partisipasi Siswa dalam Pendidikan Jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 7(2), 55–64.

Wijaya, T. (2026). Goboy: Permainan Tradisional Beregu dan Perannya dalam Pembentukan Karakter Anak. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Tradisional, 5(1), 1–10.

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama