Hubungan Kelincahan Terhadap Kemampuan Footwork Bulutangkis Pada Peserta Ekstrakulikuler SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa

Isi Artikel Utama

Wawan Setiandi
Dadan Muldan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelincahan terhadap kemampuan
footwork bulutangkis pada peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional
menggunakan desain penelitian Correlational Design (cross-sectional). Metode
pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran pada setiap variabel, dengan
analisis data yang melibatkan statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji hipotesis.
Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah
keseluruhan sampel sebanyak 15 orang siswa. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya
kemampuan footwork dalam menunjang performa bermain bulutangkis. Kelincahan
diduga memiliki hubungan dengan kemampuan footwork. Namun, hubungan tersebut
pada peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa belum
pernah dibuktikan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan dan tergolong sangat kuat antara kelincahan dengan kemampuan
footwork bulutangkis. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson diperoleh nilai koefisien
korelasi sebesar r = -0,834 dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05,
sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Nilai korelasi negatif menunjukkan bahwa hubungan
kedua variabel berlawanan arah, yaitu semakin baik kemampuan kelincahan yang
ditunjukkan melalui waktu yang lebih cepat, maka waktu yang dibutuhkan dalam
melakukan footwork cenderung semakin kecil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi dasar dalam penyusunan program latihan yang lebih terarah, khususnya dalam
mengembangkan kemampuan kelincahan dan footwork bulutangkis pada peserta
ekstrakurikuler.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Setiandi, W., & Muldan, D. (2026). Hubungan Kelincahan Terhadap Kemampuan Footwork Bulutangkis Pada Peserta Ekstrakulikuler SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa. Jurnal Olahraga Kebugaran Dan Rehabilitasi (JOKER), 6(2), 214–225. https://doi.org/10.35706/joker.v6i2.13655
Bagian
Artikel

Referensi

Abdillah. (2019). Pengaruh Latihan Shadow dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Footwork Peserta Didik pada Eekstrakurikuler Bulutangkis Sekolah Menengah Kejuruan (Tesis). Repositori Universitas Negeri Yogyakarta.

Ali Maksum. (2012). Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya: Unesa University Press.

Alleyne, J. (2017). Badminton basics. Human Kinetics.

Arnando, M., Ihsan, N., & Sasmitha, W. (2023). Sensor-based badminton footwork test instrument: A design and validity. Journal of Physical Education and Sport, 23(12), 3212–3219.

Badminton World Federation. (2017). Laws of badminton. Kuala Lumpur: Badminton World Federation.

Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and Methodology of Training (6th ed.). Human Kinetics.

Budiwanto, S. (2012). Metodologi Latihan Olahraga. Universitas Negeri Malang Press. Cochrane, J. (2019). The physiological and biomechanical demands of footwork agility in racquet sports. Journal of Sports Sciences, 37(8), 910–918.

Chen, H. L. (2014). Analysis of footwork performance in badminton players. Journal of Sports Science, 7(2), 145–151.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Faidillah, K., & Pramono, H. S. (2016). Penyusunan standar norma pengembangan alat side step test modification berbasis digital tech pada siswa putra KKO BIO usia 12–14 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional LPPM UNY 2016.

Fenanlampir, A., & Faruq, M. M. (2015). Tes dan pengukuran dalam olahraga. Yogyakarta: Andi Offset. Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2019). How to Design and Evaluate Research in Education (10th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Frederick, O., Hamid, N. A., Omar, M., Hasan, M. H., Soeed, K., & Zulkapri, I. (2014). Relationship between agility and badminton performance. International Journal of Sports Science.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS (10th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Grice, T. (2008). Badminton: Steps to Success (2nd ed.). Human Kinetics.

Gusliandi, F., Ramadi, R., Juita, A., & Welis, W. (2020). The Effect of Footwork Exercise on Agility in Badminton. Sriwijaya Journal of Sport.

Harsono. (2018). Kepelatihan Olahraga: Teori dan Metodologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Husaini, M., Supriyadi, S., & Sudjana, I. N. (2016). Hubungan kelincahan terhadap keterampilan bermain bulutangkis. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia.

Icuk Sugiarto. (2002). Total Badminton. Solo: Setyaki Eka Anugrah.

Inriyani, Y., Wahjoedi, W., & Sudarmiatin, S. (2017). Peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Jurnal Pendidikan.

Ismaryati. (2008). Tes dan Pengukuran Olahraga. Surakarta: UPT Penerbit dan Percetakan Universitas Sebelas Maret. Ismaryati. (2008). Tes dan pengukuran olahraga. UPT Penerbit dan Percetakan Universitas Sebelas Maret.

Jufri. (2022). Hubungan daya ledak (power) otot tungkai terhadap kemampuan footwork bulutangkis. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Kardani, G., & Rustiawan, H. (2020). Perbandingan hasil latihan shuttle run dengan shadow terhadap kelincahan footwork bulutangkis. Jurnal Keolahragaan.

Karyono, T. (2016). Hubungan kelincahan terhadap kemampuan footwork atlet bulutangkis. Jurnal Keolahragaan.

Kuo, C. C., Lee, Y. C., Lin, J. C., et al. (2020). Verification and evaluation of a visual reaction system for badminton training. Sensors, 20(23), 6808. https://doi.org/10.3390/s20236808

Lee, Y. C., Lin, J. C., Kuo, C. C., et al. (2022). Improving special ability performance of badminton players through a visual reaction training system. Healthcare, 10(8), 1454.

Lestari, E. (2016). Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dalam pengembangan bakat peserta didik. Jurnal Manajemen Pendidikan.

Lockie, R. G., Murphy, A. J., Schultz, A. B., Knight, T. J., & de Jonge, X. A. K. J. (2012). The effects of different speed training protocols on sprint acceleration kinematics and muscle strength and power in field sport athletes. Journal of Strength and Conditioning Research, 26(6), 1539–1550.

Maloney, S. J., Turner, A. N., & Miller, S. (2014). Change of direction speed and agility performance: Current perspectives. Strength and Conditioning Journal, 36(4), 44 52.

Malwanage, K. T., Senadheera, V. V., & Dassanayake, T. L. (2022). Effect of balance training on footwork performance in badminton: An interventional study. PLOS ONE, 17(11), e0277260.

Muhajir. (2007). Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Jakarta: Erlangga.

Muthiarani, A., Lismadiana, L., & Yuniana, R. (2021). The effect of shadow training using consecutive steps and cross steps on the agility of the footwork of badminton athletes. Jurnal https://doi.org/10.21831/jk.v9i1.32256 Keolahragaan, 9(1), 108–117.

Muthiarani, A., Lismadiana, L., & Yuniana, R. (2021). The Effect of Shadow Training Using Consecutive Steps and Cross Steps on the Agility of the Footwork of Badminton Athletes. Jurnal Keolahragaan, 9(1), 108–117.

Ngadiman, N., & Kusuma, I. J. (2020). The design of a supporting device for badminton footwork practice based on microcontroller technology. Advances in Health Sciences Research. Ni'mah, N., & Deli, D. (2017). Pembelajaran bulutangkis. Yogyakarta: Deepublish.

Nugroho, S., Nasrulloh, A., Karyono, T. H., et al. (2021). Effect of intensity and interval levels of trapping circuit training on the physical condition of badminton players. Journal of Physical Education and Sport, 21(3).

Nurhasan. (2004). Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Bandung: FPOK UPI.

Paul, D. J., & Akenhead, R. (2018). Agility: Concepts and applications. Strength and Conditioning Journal. Permendikbud Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Phomsoupha, M., & Laffaye, G. (2015). The Science of Badminton: Game Characteristics, Anthropometry, Physiology, Visual Fitness and Biomechanics. Sports Medicine, 45(4), 473–495. Poole, J. (2013). Belajar Bulutangkis. CV Pionir Jaya.

Poole, J. (2016). Badminton. Crowood Press. Prasetyo, H., Hadi, A., & Habibi, A. I. (2018). Pengembangan video pembelajaran bulutangkis teknik dasar langkah kaki. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 4(2), 171–189.

Purnama, S. K. (2010). Kepelatihan bulutangkis modern. Yogyakarta: UNY Press.

Qichang, L., Yan, Z., Jianshe, W., & Ming, L. (2014). Biomechanical analysis of badminton footwork movement. Journal of Human Kinetics.

Rachman, A., Distya, R., Pratama, A., & Budijono, B. (2018). Analisis teknik footwork dalam permainan bulutangkis. Jurnal SPORTIF. Rahman, A. (2014). Teknik dasar permainan bulutangkis. Jurnal Pendidikan Olahraga.

Rahman, A., & Warni, H. (2017). Hubungan koordinasi mata kaki dan kelincahan terhadap kemampuan footwork bulutangkis. Jurnal Pendidikan Jasmani.

Rajasa, M. B., Manullang, J. G., & Putri, S. A. R. (2025). The Effect of Ladder Drill and Zig-Zag Exercises on Footwork Agility in Badminton Players. Journal of Physical Education.

Rifai, M., Bustomi, D., & Hambali, S. (2020). Hubungan kelincahan terhadap kemampuan footwork bulutangkis. Jurnal Keolahragaan.

Romdona, N., Jufri, J., Imanudin, I., & Hajarudin, H. (2025). Hubungan kelincahan terhadap kemampuan footwork bulutangkis. Indonesian Journal of Sport Science.

Rusdiana, A. (2021). Development of agility, coordination, and reaction time training device with infrared sensor and WiFi module Arduino in badminton. Songklanakarin Journal of Science and Technology, 43(2), 448–452.

Sajoto, M. (1995). Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Semarang: Dahara Prize.

Schmidt, R. A., & Wrisberg, C. A. (2008). Motor Learning and Performance (4th ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.

Setiawan, M. Z., Williyanto, S., Subarjah, H., & Fitri, M. (2024). Development of IoT based footwork ability test using ESP32 camera for badminton athletes. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 20(2), 34–45.

Setiawan, M. Z., Williyanto, S., Subarjah, H., & Fitri, M. (2024). Development of IoT Based Footwork Ability Test Using ESP32 Camera for Badminton Athletes. Jurnal Olahraga Prestasi, 20(2). Sheppard, J. M., & Young, W. B. (2006). Agility Literature Review: Classifications, Training and Testing. Journal of Sports Sciences, 24(9), 919–932. Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sonoda, T., et al. (2018). Biomechanical analysis of badminton footwork performance. Sports Biomechanics.

Subarjah, H. (2007). Permainan Bulutangkis. Bandung: FPOK UPI.

Subarjah, H., & Hidayat, Y. (2007). Modul Permainan Bulutangkis. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Subarkah, A., & Novitaria, I. (2018). Training model of badminton footwork for beginner. Yogyakarta International Seminar on Health, Physical Education, and Sport Science.

Sudarmada, I. N., & Wijaya, M. (2015). Hubungan kelincahan terhadap kemampuan footwork bulutangkis. Jurnal Keolahragaan.

Sugiyanto, S., & Prayitno, E. (2017). Pembelajaran bulutangkis. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

Sutanto, T. (2016). Buku pintar olahraga bulutangkis. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Tohar. (1992). Olahraga Pilihan Bulutangkis. Jakarta: Depdikbud.

Wang, J., Lam, W. K., Hong, Y., & Cheung, J. T. M. (2014). Biomechanical analysis of badminton lunge movements. Sports Biomechanics.

Widiastuti. (2015). Tes dan Pengukuran Olahraga. Jakarta: Rajawali Pers.

Williyanto, S., Yogaswara, A., Suwanto, W., Wiyanto, A., Wicahyani, S., Ajid, O. N., & Sentani, M. R. (2024). Concurrent validity and reliability of footwork ability test based on the Internet of Things technology for badminton player. Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 13(2), 251–255. https://doi.org/10.15294/peshr.v13i2.2995

World Health Organization. (2020). WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. World Health Organization.

Young, W. B., Dawson, B., & Henry, G. J. (2015). Agility and Change of Direction Speed. Strength and Conditioning Journal, 37(2), 45–54.

Yuksel, M. F., & Aydos, L. (2017). Investigation of agility performance in badminton players. European Journal of Physical Education and Sport Science.

Zarkoni, A., & Febriani, R. (2025). Analisis hubungan kelincahan dan koordinasi mata kaki terhadap kemampuan footwork pemain bulutangkis. Jurnal Ilmiah Keolahragaan, 9(1), 45–53.

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.