Analisis Gaya Belajar Dominan Siswa Kelas 5 Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan

Isi Artikel Utama

Amalyah Dwi Setyaningrum
Rama Kurniawan
Amalia Choirun Nisa
Amelia Fitriana Andrini

Abstrak

Pembelajaran PJOK membutuhkan strategi yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar dominan siswa kelas V dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 siswa. Data dikumpulkan menggunakan angket gaya belajar yang mencakup tiga kategori, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok pertama, persentase gaya belajar visual sebesar 41,18%, kinestetik 38,24%, dan auditori 20,59%. Pada kelompok kedua, gaya belajar visual sebesar 43,75%, kinestetik 34,38%, dan auditori 21,88%. Sementara pada kelompok ketiga, gaya belajar visual dan auditori memiliki persentase yang sama yaitu 35,14%, sedangkan gaya belajar kinestetik sebesar 29,73%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gaya belajar visual menjadi gaya belajar yang paling dominan pada siswa kelas V dalam pembelajaran PJOK. Oleh karena itu, guru PJOK diharapkan mampu menerapkan pembelajaran yang bervariasi melalui penggunaan media visual, penjelasan verbal, serta praktik langsung agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Dwi Setyaningrum, A., Kurniawan, R., Choirun Nisa, A., & Fitriana Andrini, A. (2026). Analisis Gaya Belajar Dominan Siswa Kelas 5 Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. Jurnal Olahraga Kebugaran Dan Rehabilitasi (JOKER), 6(2), 237–245. https://doi.org/10.35706/joker.v6i2.13632
Bagian
Artikel

Referensi

Abbas, I. (2020). Analisis Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Murid SD Inpres No.33 Sumpang Binangae Kab. Barru. 1(2), 101–106.

Alfatih, A. (2023). Buku Panduan Praktis Penelitian Deskriptif Kuantitatif.

Asnawi, A., Huda, M., & Rahmadani, R. (2023). Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Dan Tes Diagnostik: Membangun Pembelajaran Berdiferensiasi Yang Efektif Dan Inklusif. Deepublish, 2023. https://books.google.co.id/books?id=-eJMEQAAQBAJ

Aswanto, F., Yusri, F., & Kurniawan, H. (2024). Analisis Gaya Belajar VAK ( Visual , Auditorial , Kinestetik ) Siswa di MTsN 4 Pasaman Barat Fitri Aswanto Fadhilla Yusri Haji Kurniawan. 3(1).

Bagus, A., & Syah, F. (2025). Korelasi Gaya Belajar , Peran Orang Tua dan Penggunaan Gadget Terhadap Hasil Belajar PJOK SMK Muhammadiyah 2 Semarang. 1(1), 242–256.

Cholifah, T. N. (2018). Analisis gaya belajar siswa untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 01, 65–74.

DePorter, B., & Hernacki, M. (2013). Quantum Learning. PT Mizan Publika. https://books.google.co.id/books?id=iAurOAjxMBgC&hl=id&source=gbs_navlinks_s

Ediyanto, E. (2023). Identifikasi Gaya Belajar Visual, Auditori, Dan Kinestetik Pada Peserta Didik Sekolah Dasar. 2.

Eliezer, J., Marantika, R., Planning, H. E., & Board, C. (2022). Cypriot Journal of Educational The relationship between learning styles , gender and learning. 17(1), 56–67.

Fianto, Z. A., Prasetyo, D., & Wahyuni, S. (2025). Identifikasi gaya belajar siswa sekolah dasar guna mengaplikasikan pembelajaran berdiferensiasi. 110–116.

Fitriansyah, B., & Setiawan, A. (2025). Analisis gaya belajar siswa SD Kauman 1 Kota Malang pada mata pelajaran PJOK untuk pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 5(4), 1–4. https://doi.org/10.17977/um063.v5.i4.2025.4

Fleming, N. D., & Mills, C. (1992). Not Another Inventory , Rather a Catalyst for Reflection Not Another Inventory , Rather a Catalyst for Reflection.

Hajar, S. (2023). Pentingnya Pendidik Untuk Memahami Karakteristik Peserta Didik Sebagai Acuan Dalam Melaksanakan Perencanaan Konsep Pembelajaran. 68–76.

Hasbullah, B. (2026). Belajar dan pembelajaran pendidikan jasmani. Dunia Penerbitan buku, 2026. https://books.google.co.id/books?id=YATDEQAAQBAJ

Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. 1, 1–9.

Kemendikbud. (2024). Kurikulum Merdeka.

Kurnia, A., & Iska, Z. N. (2023). Pengaruh Gaya Belajar ( Visual , Auditori , dan Kinestetik ) terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas Tinggi SDN Pekayon 10. 1(1), 68–78.

Lutan, R. (2001). Asas-asas pendidikan jasmani. Direktorat Olahraga.

Nuraini, A. S., Haryanto, T., & Pratiwi, R. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani ,. 2(3), 80–94.

Nurnaifah, I. I. (2022). The Effect of Learning Style on Physics Learning Outcomes. 84–92.

Papilaya, J. O., & Huliselan, N. (2016). Identifikasi Gaya Belajar Mahasiswa. 15(1), 56–63.

Riyatuljannah, T. (2020). Analisis perkembangan kognitif siswa pada pemahaman konsep matematika kelas V SDN Maguwoharjo 1 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Ke-SD-an. 12(1), 48–54.

Sepriano, Loso Judijanto, P. B. W. (2026). Dasar Dasar Pendidikan Jasmani. Penerbit Buku Sonpedia.

Sholikha, A. N., Zahra, F. Y., Amalia, M., Susanto, K., & Sari, N. (2024). Cendekia : jurnal ilmiah pendidikan analisis gaya belajar siswa dengan prestasi belajar rendah di kelas v cendekia : Jurnal Ilmiah Pendidikan , Volume 12 No . 2 , September 2024. 187–195.

Sugianto, A. (2021). Kuesioner Gaya Belajar Siswa.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. In Bandung:Alfabeta.

Tandiongan, R., & Sarni, S. (2025). Hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar mahasiswa. 3(5), 415–424.

Wahyudi. (2023). Metode Penelitian Dasar Praktik dan Penerapan Berbasis ICT. PT. Mifandi Mandiri Digital.

Wahyuningsari, Yuniar Mujiwati, Lailatul Hilmiyah, Febianti Kusumawardani, I. P. S. (2022). Berdiferensiasi Pembelajaran Rangka Dalam Belajar Mewujudkan Merdeka. 2(04), 529–535.

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.