Analisis Pengelolaan Program Penjas dalam Upaya Pengembangan Kinerja Peserta Didik di SMAN 1 Batang Kuis
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pendidikan jasmani (penjas) di SMAN 1 Batang Kuis dengan fokus pada proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, penelitian menyoroti bagaimana manajemen penjas berkontribusi pada peningkatan kebugaran jasmani, kompetensi gerak, disiplin belajar, serta motivasi berolahraga siswa.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru penjas dan siswa, serta telaah dokumen berupa program tahunan (PROTA), program semester (PROMES), RPP, dan kebijakan sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa SMAN 1 Batang kuis memiliki sistem manajemen penjas yang terstruktur, tetapi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana tertentu dan padatnya kegiatan sekolah yang menyebabkan beberapa materi tidak tersampaikan optimal.Hasil penelitian menegaskan bahwa manajemen penjas yang diarahkan secara sistematis mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi fisik siswa, serta budaya hidup sehat. Penelitian ini memberikan rekomendasi terkait strategi peningkatan efektivitas manajemen melalui kolaborasi antar pihak sekolah, pengadaan fasilitas, dan penerapan model pembelajaran inovatif
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ato, M. S., & Widodo, S. (2019). Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta: Kencana.
Danim, S. (2010). Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Silabus Pendidikan Jasmani Sekolah Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Djamarah, S. B. (2011). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Hardman, K., & Green, K. (2011). Contemporary Issues in Physical Education. London: Meyer & Meyer Sport.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2012). Models of Teaching. Boston: Pearson Education.
Kemendikbud. (2021). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran PJOK Jenjang SMA/SMK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendiknas. (2010). Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.
Metzler, M. (2000). Instructional Models for Physical Education. Boston: Allyn and Bacon.
Rusman. (2014). Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Suherman, A. (2009). Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bandung: FPOK UPI.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suwandi, S. (2015). Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Anggraeni, D., & Firmansyah, A. (2018). Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 14(2), 130–138.
Hidayat, R. (2019). Implementasi Manajemen Pembelajaran PJOK Berbasis Kurikulum 2013. Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 7(1), 55–67.
Hermawan, H. (2020). Analisis Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani di SMK. Jurnal Prestasi Olahraga, 10(1), 42–54.
Kuswoyo, D. (2021). Kendala Guru PJOK dalam Menyusun RPP Berbasis Merdeka Belajar. Jurnal Kependidikan Olahraga, 8(4), 212–220.
Pratama, R. (2020). Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Menggunakan Pendekatan Autentik. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 11(2), 87–96.