Optimalisasi Pengelolaan Pembelajaran Penjas dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMPN 13 Medan

Isi Artikel Utama

Putri Alpanisa
Agnes Bellina
Limsar Hutabarat
Rikky Johannes
Andre Roisinton
Berkat Simanjuntak
Amir Supriadi
Muhammad Reza Destya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi manajemen pembelajaran pendidikan jasmani di SMPN 13 Medan serta menganalisis sejauh mana manajemen tersebut berkontribusi terhadap efektivitas belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah disusun secara sistematis berdasarkan kalender akademik dan kompetensi dasar, namun ketersediaan sarana masih perlu ditingkatkan. Pengorganisasian terlaksana baik melalui pembagian tugas guru dan penjadwalan penggunaan lapangan. Pelaksanaan pembelajaran berjalan cukup efektif meskipun keterbatasan ruang bermain membuat guru harus lebih kreatif dalam memilih metode. Evaluasi dilakukan melalui penilaian autentik yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Secara keseluruhan manajemen pembelajaran pendidikan jasmani di SMPN 13 Medan sudah berjalan baik, namun diperlukan penguatan dalam pemenuhan sarana dan peningkatan variasi model pembelajaran

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Alpanisa, P., Bellina, A., Hutabarat, L., Johannes, R., Roisinton, A., Simanjuntak, B., … Destya, M. R. (2025). Optimalisasi Pengelolaan Pembelajaran Penjas dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMPN 13 Medan. Jurnal Olahraga Kebugaran Dan Rehabilitasi (JOKER), 5(1), 24–31. https://doi.org/10.35706/joker.v5i1.13386
Bagian
Artikel

Referensi

Dyson, B. (2014). Cooperative Learning in Physical Education. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 85(7), 8–10.

Hastie, P. A., & Curtner-Smith, M. (2006). Influence of a Hybrid Sport Education–Teaching Games for Understanding Model. Physical Education and Sport Pedagogy, 11(1), 1–27.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik.

Lund, J., & Tannehill, D. (2010). Standards-Based Physical Education Curriculum Development. Jones & Bartlett.

Metzler, M. (2000). Instructional Models for Physical Education. Boston: Allyn and Bacon.

Rahayu, E. T. (2011). Pendekatan Supervisi Akademik dan Peningkatan Kualitas Pengajaran Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Tesis: UPI Bandung.

Rosdiani, D. (2012). Model-Model Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta

Siedentop, D. (2011). Introduction to Physical Education, Fitness and Sport. McGraw-Hill.

Suherman, A. (2009). Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bandung: FPOK UPI.

Suyanto, & Asep, S. (2014). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. Diakses dari University of Illinois.

UNESCO. (2015). Quality Physical Education Guidelines for Policy-Makers.

WHO. (2019). Physical Activity Guidelines for Children and Adolescents.

Winarno, M. E. (2013). Metodologi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Malang: UM Press.

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama