Hubungan Penggunaan Online Food Delivery dengan Konsumsi Pangan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak pada Mahasiswa Fikes Unsika The Relationship Between the Use of Online Food Delivery and the Consumption of High Sugar, Salt, and Fat Foods Among FIKES UNSIKA Students
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penggunaan aplikasi online food delivery (OFD) yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa berpotensi memengaruhi pola konsumsi pangan, khususnya konsumsi pangan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan frekuensi penggunaan aplikasi OFD dengan frekuensi konsumsi pangan tinggi GGL serta hubungan faktor pengambilan keputusan pembelian dengan frekuensi penggunaan OFD pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 95 mahasiswa yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, Food Frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner penggunaan OFD, dan faktor pengambilan keputusan pembelian. Analisis dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden jarang menggunakan OFD (63,2%) dan mengonsumsi pangan tinggi GGL dalam kategori jarang. Frekuensi penggunaan OFD berhubungan positif dengan konsumsi pangan tinggi gula (r=0,468; p<0,001), garam (r=0,518; p<0,001), dan lemak (r=0,497; p<0,001). Sebaliknya, faktor harga, pelayanan, dan promosi tidak berhubungan signifikan dengan frekuensi penggunaan OFD (p>0,05). Semakin sering mahasiswa menggunakan OFD, semakin tinggi frekuensi konsumsi pangan tinggi GGL, sedangkan persepsi terhadap harga, pelayanan, dan promosi tidak berkaitan dengan frekuensi penggunaan OFD. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan lingkungan pangan digital dalam upaya meningkatkan kualitas pola konsumsi mahasiswa.